Pemilu Inklusif untuk Remaja dengan Disabilitas

PEMILU atau Pemilihan Umum merupakan pesta demokrasi terbesar untuk seluruh masyarakat Indonesia yang diselenggarakan, guna memberikan hak suara kepada calon pemimpin bangsa ini. Di mana pun Warga Negara Indonesia berada, Pemilu ini dapat diikuti. Oleh karenanya penting untuk berpartisipasi menyampaikan aspirasi suara.

Serentak dilakukan pada 14 Februari 2024 mendatang, kesempatan untuk mengikuti Pemilu berlaku untuk semua, termasuk pasien kusta, teman-teman penyandang disabilitas maupun OYPMK. Sebagaimana yang tercantum dalam Undang–Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, pasal 13 yang menyatakan tentang Hak Politik bagi Penyandang Disabilitas, lalu pada pasal 75 ayat 1 Pemerintah dan Pemerintahan Daerah wajib menjamin agar Penyandang Disabilitas dapat berpartisipasi secara efektif dan bermakna dalam kehidupan politik.

apa itu pemilu inklusif untuk disabilitas

Peran Panwaslu dalam Mengawas PEMILU

Disampaikan oleh Ibu Noviati, S.IP – dari PPRBM  sekaligus Tim Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Sidoarjo, Jawa Tengah bahwa dalam UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu pasal 5 yaitu penyandang disabilitas yang memenuhi persyaratan memiliki hak yang sama sebagai pemilih untuk menggunakan hak pilihnya, sebagai peserta pemilu dan sebagai penyelenggara pemilu.

“Lalu dalam PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan umm) nomor 22 tahun 2022 tentang penyusunan daftar pemilih dan sistem informasi daftar pemilih, memberikan ruang yang luas untuk penyandang disabilitas karena memiliki hak sebagai pemilih, hak memberikan suara secara rahasia, hak TPS yang aksesibel, dan mencalonkan ataupun dicalonkan.” Terang Ibu Noviati, S.IP dalam acara talkshow melalui channel Youtube Berita KBR membahas tentang Partisipasi Remaja dengan Disabilitas dalam Pemilu 2024.

Sekilas tentang PPRBM (Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat) yaitu lembaga yang semenjak tahun 1978 bergerak dalam isu OYPMK, kelompok rentan yang termarginalkan, dan penyandang disabilitas dengan wilayah kerjanya di Jawa Tengah. Bersinergi dengan NLR Indonesia mulai tahun 2012, kala itu ada pendampingan difabel dan OYPMK dalam pemenuhan kehidupan secara inklusif di Kabupaten Tegal, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Brebes.

apa itu pemilu inklusif untuk disabilitas
Ibu Noviati, S.IP – dari PPRBM  sekaligus Tim Panwaslu Kecamatan Sidoarjo, Jawa Tengah

“Dari tahun 2018-sekarang, tidak hanya sebatas untuk OYPMK dan difabel saja, tetapi juga untuk anak disabilitas dan kusta melalui program PADI (Prioritaskan Anak Disabilitas Indonesia) dan membuat forum Buah Hati sebagai wadah pembelajaran, komunikasi, koordinasi dan media pendampingan.” Jelas Terang Ibu Noviati, S.IP.

Pada kesempatan yang sama, narasumber berikutnya yaitu Kenichi Satria Kaffah (sekarang usia 20 tahun), turut menyampaikan gagasannya dalam talkshow di Ruang Publik KBR tersebut. Leader Champion dari program PADI sekaligus aktivis disabilitas ini, sangat excited untuk mengikuti PEMILU.

“Seru banget untuk saya, Pemilu ini bakal menjadi pengalaman pertama. Karena masih ada temen-temen yang belum pernah merasakan nyoblos pemilu dan belum tahu politik itu apa.” Terang remaja dengan disabilitas netra semenjak kelas 7 SMP ini. 

Pemilu untuk Remaja Disabilitas

Seluruh warga negara Indonesia, berhak mengikuti Pemilu guna menyampaikan hak politiknya. Dari situ, Bawaslu/Panwaslu memiliki peran yang salah satunya adalah meningkatkan partisipasi masyarakat agar memiliki hak yang sama dan menggunakan hak politiknya, caranya dengan memastikan seluruh masyarakat Indonesia terdata dalam pemilih tetap (DPT).

“Hanya saja masih terdapatnya temuan di lapangan yaitu penyandang disabilitas yang datanya tidak sesuai (misinformasi) dengan spesifikasi disabilitas. Ada juga yang tidak didata karena kurangnya dukungan dari keluarga mereka alias dibatasi.” Jelas Ibu Noviati, S.IP.

Konsep sosialisasi untuk pemilih dari KPU/Bawaslu khususnya pemilih pemula disabilitas (sensorik pendegaran, sensorik penglihatan, serta disabilitas fisik atau pengguna kursiroda) yaitu tidak hanya sosialisasi tentang siapa capres, cawapres dan partai politik saja, tetapi juga dengan simulasi saat pemungutan suara. Bila ditemukan masyarakat terkendala atau kesulitan mengakses informasi tentang Pemilu serta lokasi pencoblosan bisa disampaikan melalui posko-posko pengaduan. Masyarakat juga dapat mengetahui dan mengantisipasi lokasi TPS-nya sebelum hari H Pemilu. Oleh karena itu, remaja khususnya dengan disabilitas perlu lebih peduli tentang Pemilu ini.

peran panwaslu untuk pemilu inklusif bagi difabel dan oypmk
Kenichi Satria Kaffah (remaja dengan disabilitas)

“Pengenalan akan Pemilu saya dapatkan dari lingkungan yang paling dekat yaitu keluarga dan tenaga pendidik/guru, serta bisa didapatkan melalui media sosial.” Ungkap remaja yang menjalani kuliah di 2 kampus sekaligus yaitu, UIN Jakarta (semester 5) prodi Bimbingan Penyuluhan Islam, dan kampus Universitas Terbuka (semester pertama) prodi Ekonomi dan Bisnis ini.

Baca Juga: 

peran panwaslu untuk pemilu inklusif bagi difabel dan oypmk

Konklusi

Sukseskan PEMILU dengan berikan hak suara kita. Jangan sampai tidak mencoblos ya. Apalagi menurut Ibu Noviati, S.IP bahwa memungkinkan Pemilu ini adalah Pemilu Inklusif yang artinya setiap warga negara memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam Pemilu yang mencakup perlindungan hak politik tanpa memandang jenis kelamin, usia, disabilitas, etnis, agama, maupun latar belakang sosial ekonomi. Pasalnya Pemilu Inklusif mengedepankan prinsip kesetaraan, dengan prinsip aksesibel, dan adanya sinergitas semua pihak agar tercipta kondisi mudah dan nyaman bagi penyandang disabilitas. 

Komentar

Bambang Irwanto mengatakan…
Pemilu sudah di depan mata. Bahkan kampanye pun sudah dimulai. Pastinya pesta rakyat 5 tahunan ini jangan smapai dilewatkan ya, Mbak. wajib menggunaan hak pilih, untuk menentukan calon pemimpin 5 tahun kedepan. Apalagi sudha diperjelas, semua orang mempunyai hak yang sama dalam pemilu.
Rey - reyneraea.com mengatakan…
Bahkan para remaja dengan disabilitas aja semangat banget untuk berpartisipasi dalam pemilu ya. Dengan segala keterbatasannya, mereka justru tidak menjadikan itu sebagai alasan.
Sudah sebijaknya kita juga harus semangat menyambut pemilu, dan ikut memberikan suara kita
Guritno Adi mengatakan…
Pemilu adalah ajang untuk menyuarakan hak konstitusional warga negara, termasuk OYMK dan PADI. Pemerintah wajib memberikan sosialisasi dan kemudahan untuk semua elemen bangsa dalam melaksanakan Pemilu.
Maria Tanjung mengatakan…
Nah, bagus banget konsepnya ya kak. OYPMK ini juga harus menjadi bagian dari warga negara yang harus mendukung jalannya Pemilu dengan lancar.
hani mengatakan…
Pemilu kali ini bener-bener peran Gen Milenila dan Gen Z sangat besar. Karena mereka nanti yang turut andil dalam percaturan politik dan jadi kontrol sosial buat pemenang Pemilu. Syukurlah disabilitas pun sekarang lebih diperhatikan supaya bisa menggunakan hak pilihnya.
Enny Mamito mengatakan…
Pemilu sebantar lagi nih, semua yang sudah memenuhi syarat bisa menyalurkan hak pilihnya termasuk remaja disabilitas. Semoga berbagai pihak bisa memberikan dukungan supaya para remaja disabilitas bisa ikut serta dalam pemilu nanti.
Matius Teguh Nugroho mengatakan…
Betul. Seluruh warga negara Republik Indonesia yang sudah memenuhi syarat sebagai peserta pemilu wajib dibantu dan difasilitasi, termasuk para penyandang disabilitas.

Ayo semuanya nyoblos!
Maria G Soemitro mengatakan…
senang bacanya
Semakin banyak yang peduli dengan keberadaan penyandang disabilitas ini
Sebagai mantan pendamping mereka, saya ngerasain sedihnya stigma dan perilaku memarjinalkan keberadaan mereka
lendyagasshi mengatakan…
Semoga dengan edukasi yang tepat seperti ini, semua lapisan masyarakat yang sudah berhak menyumbangkan suara pilihannya bisa didengar dan kita semua mendapatkan pemimpin yang adil dan bijaksana.
Dee_Arif mengatakan…
Pemilu sebentar lagi
Semuanya harus bersiap ya mbak
Termasuk pemilih disabilitas seperti
Indra DP mengatakan…
sudah seharusnya para saudara2 kita para penyandang disabilitas juga mendapatkan hak suaranya di Pemilu nanti. bagaimanapun juga suara mereka juga nantinya bakal sangat berpengaruh untuk masa depan Indonesia
Yonal Regen mengatakan…
Pemilu harus bisa diikuti oleh seluruh warga negara tanpa terkecuali, termasuk teman-teman remaja dengan disabilitas atau pun OYPMK dan juga difabel agar pesta demokrasi 5 tahun sekali ini dapat dirasakan vibenya oleh seluruh warga dalam memberikan aspirasi suara
Dyah Kusumastuti Utari mengatakan…
Setiap warga yang memenuhi syarat untuk memilih calon pemimpin berhak untuk memilih dan hal ini memang harus difasilitasi karena bagaimanapun juga negara menjamin setiap WN untuk bisa memilih
ANGGITA RAMANI mengatakan…
Tetap semangat ya mereka dalam keterbatasan. Jadi tamparan buat yang masih sehat tanpa keterbatasan supaya jangan golput nih!
Ayah Ugi mengatakan…
OYPMK dan penyandang disabilitas lainnya juga memiliki hak yang sama untuk menggunakan hak pilih mereka. PR utamanya adalah mengkampanyekan kepad amereka agar ikut serta dalam pemilu dan memberikan sosialisasi dan edukasi khusus kepada mereka mengenai Pemilu, termasuk siapa calonnya dan lain sebagainya.
Bambang Irwanto mengatakan…
Setiap warga indonesia semua berhak mempergunakan hak pilihnya di pemilu nanti. Pastinya tanpa melihat kekuarangan fisiknya. karena satu suara pun sangat menentukan calon pemimpin nanti.
Kyndaerim mengatakan…
Sebagai warga negara Indonesia, udah seharusnya para OYPMK dsn disabilitas jadi bagian dalam Pemilu. Seneng deh kalo ada edukasi seperti ini.
Didik Purwanto mengatakan…
Penting banget aparatur desa setempat hingga pemerintah, termasuk KPU dan Bawaslu dan pihak2 terkait utk bs sosialisasi dan mengajak masyarakat disabilitas utk bs ikut berpartisipasi dlm pemilu. Smg pemilu tahun depan aman, damai dan lancar ya kak.
Witri Prasetyo Aji mengatakan…
Enggak terasa sebentar lagi sudah pemilu, yang punya hak pilih, harus dimanfaatkan. teman2 penyandang disabilitas dan OYPMK pun kalau sudah punya hak milih, ya harus digunakan dan negara memang harus memfasilitasi.
Han mengatakan…
MasyaAllaah yaa, jadi kalo teman2 disabilitas aja semangat menyambut pesta demokrasi kek gini, harusnya kita malu yaa kalo mau golput nih hehehe, jadi harus memilih yg terbaik di antara yang baik2 itu, cari yg paling sedikit keburukannya, kan gt yah hihi
Happy mengatakan…
memang disabilitas harus jadi perhatian juga, terutama di TPS-TPS. karena saat ini masih banyak TPS-TPS yang belum ramah disabilitas, karena mereka juga punya hak pilih yang sama dan perlu dimudahkan untuk pemilu nanti
Titis Ayuningsih mengatakan…
Kalau boleh jujur, pemilu tahun depan membuat saya bingung memilih. Semoga warga Indonesia dapat menggunakan hak pilih dengan baik. Semoga fasilitas yg disediakan untuk mereka dapat mmemudahkan ya.
Lailatul Istiqomah, S.M mengatakan…
Masya Allah. Alhamdulillah ya kak. Sekarang pemilu sudah bisa mencangkup semua kalangan, jadi memudahkan semua pihak.
Aisyah Dian mengatakan…
Betul sekali yuks sukseskan pemilu jangan sampai tidak Memilih Karena 1 suara bisa membuat hasil yang berbeda
Irra Octaviany mengatakan…
Sukseskan pemilu tahun depan dengan jangan sampai golpot, semoga para teman-teman disabilitas juga bisa mendapatkan kenyamanan ketika pemilu nanti.

Postingan populer dari blog ini

Pahami Bagian Ini Ketika Melakukan Servis Motor

Pejuang Cantik dari Kupang: HKSR Komprehensif untuk Anak & Remaja

Ini Cara Mudah Belajar dan Menyenangi Sastra