Blog rejekingalir.com
Blog rejekingalir.com mengulas tentang sastra, game, dan gaya hidup dengan sudut pandang yang lebih luas

Saat Ketikan Menjadi Curhatan

Puisi tentang ketikan dan keyboard menjadi curhatan

Kegiatan ketik mengetik, menjadi aktivitas yang mungkin sering kita lakukan. 

Keyboard menjadi tumpuan untuk mengukir banyak rangkaian,

hingga sesuatu pun terpampang menjadi sebuah cerita di sana, 

dan langkah maju perlahan untuk semakin membahana. 


Antara ketikan dan curhatan


Itu semua, dimulai dari aksi 14+14 ruas yang beriringan.

Jari jemari itu terlihat sibuk meski bersebelahan, 

kadang gerakannya cepat tapi, sesaat kemudian kecepatannya dapat berkurang. 

Tergantung bagaimana tempo itu tercipta dengan cemerlang. 


Adakalanya juga jari jemari itu lincah merangkai kata-kata, menjadi kalimat, lalu diperpanjang lagi menjadi paragraf, hingga berlembar-lembar rangkaian huruf dan tanda baca tercipta. 


walau tak ayal, seringkali pula saltik atau salah ketik alias typo terjadi. 

edit, 

baca, 

revisi, 

hapus, 

simpan, 

edit lagi, 

baca lagi, 

revisi lagi, 

hapus lagi, 

simpan lagi. 

Begitu seterusnya, dengan terus begitu jalannya. 


Sebagaimana hidup saat ini yang tersirat, 

adakalanya alurnya terasa cepat, 

kadang pula melambat, 

kerap kali juga ingin rehat, 

walau sebenarnya tak ingin sampai terlewat. 


Apakah memang hidup itu perlu istirahat? 

Bila tak ada yang namanya sejenak untuk melepaskan penat, 

entah akan seperti apa kondisi yang akan terjerat, 

maka biarkanlah perjalanan waktu beranjak pelan, tak melulu harus memburu cepat. 


Sebab itu hal lumrah untuk dilakukan.

Apalagi untuk tiap-tiap yang mengeluarkan embusan itu, ingin merasakan ketenangan.  

Jangan pula dianggap suatu kesalahan. 

Dengan begitu, ia bisa merasakan suatu kehidupan. 


Antara ketikan dan curhatan


Mungkin pembaca di sini percaya bahwa masing-masing waktu beredar menurut waktu yang ditentukan. 

Atau bisa saja memiliki interpretasi yang lain, bukan? 

Tak mengapa, karena ini bukan untuk melakukan jajak pendapat. 

Melainkan, untuk mengolah kata bahwa krusialnya pemikiran dengan akal sehat. 


Itulah sekelumit kisah sesaat 

tatkala merangkai kalimat, 

biar menjadi cerita kilat, 

semoga bisa bermanfaat. 

Kalau mau komentar, silakan rekan sejawat, 

biar kolom komennya ga sepi-sepi amat 😄🤣

18 komentar

Komen Blog rejekingalir.com
Okti Li mengatakan…
Kalau bakat menulis coretan apa aja bisa jadi karya
Keren!
Ini curhatannya juga bagus, udah kaya pantun saja secara aturannya ada dan akhir kata memiliki banyak konsonan dan vokal yang sama
Ini sih bukan komentar ya, cuma mengutarakan pendapat saya aja
Haha, jadi apa bedanya?
Komen Blog rejekingalir.com
Aprillia Ekasari mengatakan…
Baca judulnya, nggak masalah sih kalau ketikan jadi curhatan, apalagi kalau di blog pribadi, lain halnya kalau ketikan buat kerjaan, itu mah ranahnya kudu tetep profesional, meski kayak apaan suasana hati kita haha :D

Tapi memang sebenarnya persamaan keduanya tu tetep ya setelah mengetik, baca, edit, kalau kurang pas, apalagi buat dipublish. Kalau hanya dikeep sendiri, diprivat kayaknya ya tuangin aja semua :D
Nahkan kadang ada typo juga biarin aja mah kalau buat konsumsi pribadi, namanya juga menuangkan uneg2 haha :D
Komen Blog rejekingalir.com
erykaditya mengatakan…
bener banget ada kalanya waktu memulai mau ngetik itu bingung apa yang mau ditulis tapi begitu dapet kalimat pembuka yang oke bisa tuh langsung ngalir begitu saja ...jadi bener sie kalimat yang bilang mengawali itu susah tapi klo sudah dijalani ya udah ngalir aja :)
Komen Blog rejekingalir.com
Kalau udah menulis, biasanya jari jemari langsung cepet merangkai kata. Kadang ga sadar malah jadi curhat di tulisan ya 😄. Tapi gapapa, buatku mengeluarkan unek2 lewat tulisan itu ampuh untuk release tension yang mungkin ga ada tempat keluar. Daripada dipendem kan, malah jadi penyakit 😄

Susah buat puisi dengan ruma yang mirip hahahahaha. Aku kalau udh urusan bikin puisi, bisa lamaaaaaaa baru jadi. Malah kadang gantung di tengah 🤣
Komen Blog rejekingalir.com
Tukang jalan jajan mengatakan…
Sering banget jemari di atas keyboard tiba-tiba ngetik panjang lebar, bukan cuma buat kerjaan tapi malah jadi tempat numpahin uneg uneg alias curhat colongan. Kadang pas lagi sibuk ngetik, tau tau salah ketik alias typo, terus mulai lagi siklus hapus revisi simpan yang bikin kepala cenat cenut tapi juga seru sendiri dijalaninnya.
Hidup emang ga perlu dibikin buru buru amat ya, kadang kita butuh jeda buat narik napas supaya pikiran tetep waras di tengah riuhnya hari.
Komen Blog rejekingalir.com
Bambang Irwanto mengatakan…
saya belajar mengetik sejak masih pakai mesin tik. Dan itu susah dibandingkan ngetik di latop atau hape. Harus fokus. salah ketik dikit, hapus pakai tip-ex, apalagi kalau panjang, harus ganti kertas. Tapi saya setuju, hidup seperti mengetik. Kadang harus cepat, kadang santai atau sedang-sedang saja. Semua tergantung sikon. Begitu juga mau lanjut diketik atau dihapus, itu sesuai dengan tujuan apa yang mau diketik.
Komen Blog rejekingalir.com
Rizky Kurnia Rahman mengatakan…
Saat ketikan menjadi curhatan itu cocoknya memang terkait dengan AI. Sekarang orang curhatnya malah bukan sama manusia, bukan sama Allah, melainkan sama AI, misalnya: ChatGPT. Anggapannya, ChatGPT sangat responsif, jawabannya cepat, dan mengena, meskipun memang tidak 100% benar. Yah, inilah perubahan yang terjadi pada masyarakat kita.
Komen Blog rejekingalir.com
Ditopuccino mengatakan…
Kadang emang ada hal yang susah banget diucapkan langsung, tapi entah kenapa jadi lebih lancar ketika sudah berhadapan dengan keyboard. 😄

Menariknya, ketikan yang awalnya cuma curhatan pribadi justru bisa terasa dekat bagi orang lain karena ternyata banyak yang pernah merasakan hal serupa.

Mungkin emang salah satu kekuatan tulisan: bisa jujur tanpa harus banyak bicara ya mbak Fenni.
Komen Blog rejekingalir.com
Kang Regen mengatakan…
Setiap kita punya versi healing masing-masing dan tak sedikit yang memilih menarikan jari jemarinya di atas keyboard untuk mengekpresikan apa-apa yang mengganjal di hatinya agar sedikit terasa lega dirasa.

Namun tetap harus hati-hati, ya. Harus tetap ada batasan sampai mana kita curhat di gawai. Jangan sampai menjadi konsumsi publik dan menjadi pergunjingan yang tidak sehat. Itu namanya bukan curhat, tetapi memancing ghibah.. hehe
Komen Blog rejekingalir.com
Ariefpokto mengatakan…
Hidup itu penuh dengan kejutan dan juga banyak peristiwa yang harus kita pahami dan juga sadari dan jalani dengan baik dan benar. Jangan lupa untuk Berhenti sejenak untuk beristirahat sebelum memutuskan yang lain dan melanjutkan hidup
Komen Blog rejekingalir.com
Antung apriana mengatakan…
Wih keren banget ini postingannya berima. Apakah ini termasuk puisi atau ada sebutan lainnya ya, mbak? Pastinya dalam membuat tulisan dengan akhir yang berima begini perlu banyak utak-atik kalimat yaa nggak bisa sembarangan
Komen Blog rejekingalir.com
Srie Ummu Kayshwa mengatakan…
Baca puisinya kok related banget dengan yang saya alami tulis, edit, simpan. KAdang tulis, hapus, tulis hapus he..he... tapi hikmahnya saya jadi merasa ada kawan dong, nggak sendirian lagi. Tapi emmang paling enak itu ccurhat leat tulisan mba, aman selama tida di up ke medsos
Komen Blog rejekingalir.com
Alienda mengatakan…
Kenapa ya saya malah akhir akhir ini sering ngetik terlalu cepat. Jadi typo dan revisi kadang kelewat. Pernah juga menghasilkan salah paham. Apakah faktor U >.< tapi saya selalu kagum dengan semua yang konsisten mengetik merangkai kata menjadi cerita menarik untuk dibaca
Komen Blog rejekingalir.com
Asri M Lestari mengatakan…
Menulis bebas seperti ini bisa melepaskan kerumitan dalam pikiran. Kalau dulu nulis pakai pensil atau pulpen di buku. Sekarang berubah jadi ketikan. Saya paun masih sering melakukan itu. Ketikan jadi curhatan yang pada suatu hari kalau mood bisa dikembangkan jadi tulisan lain hahaha...
Komen Blog rejekingalir.com
Dee_Arif mengatakan…
Hehe iya ya, kadang aku juga gitu kok klo lagi nulis artikel. Emang ini kayaknya hal yang umum buat para blogger ya kak
Komen Blog rejekingalir.com
lendyagasshi mengatakan…
Katanyaa blogger senior yaa.. "Tulisan yang baik adalah yang di publish"
Jadi aku sangat senang sekali membaca tulisan se-raw apapun dan mungkin berakhir dengan curhat. Karena itu memang asli dari sang penulis. Rasanya senang bisa ikut menyelami apa yang penulis ingin sampaikan. Selalu ada pesan menarik yang bisa dijadikan pembelajaran.
Komen Blog rejekingalir.com
Ainun mengatakan…
dari ketikan menjadi curhatan,ini sering banget terjadi sama aku.
Bahkan cerita pendek pun ada yang mengambil dari kisahku dan ditambahi bumbu dikit hahaha,ya curhat gitu intinya tapi dijadiin versi cerpen atau novel. maksudnya juga adalah curhat secara terselubung gitu, biar nggak banyak yang tau
Komen Blog rejekingalir.com
AlineaLala mengatakan…
Berima ini di beberapa bagian, ternyata puisi. Ciamik sekali Fenni buat puisi. Ketika menjadi curhatan, kayaknya sesekali terselip diantara cerita-cerita yang terangkai. Entah ada yang menyadari atau tidak.

Mari tetap menulis, bercerita, dan berkarya tanpa banyak overthinking. Setiap tulisan, punya pembacanya dan tetap menjadi diri sendiri. Ganbatte.

friends

Blogger Perempuan Network
Blogger Perempuan Network
KSB
KSB
BCC Squad
BCC Squad
KEB
KEB
Intellifluence
Intellifluence
Bplus
Bplus
Logo Komunitas BRT Network
Postingan Terpopuler