Sabtu, 23 Mei 2026, hujan yang turun sejak pagi tidak mengurangi antusiasme saya dan para peserta untuk datang ke Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Memangnya ada apa?
sebab saya mengikuti kegiatan seru akhir pekan yaitu Belajar Sejarah Sambil Naik Mobil Maung Pindad. Meski cuaca saat itu terlihat muram, tapi tentang pengalaman yang tak setiap hari bisa dirasakan, saya bisa menjelajahi jejak perjuangan bangsa sekaligus menaiki mobil Maung, kendaraan taktis kebanggaan Indonesia.
Briefing Sebelum Jelajah
Sebelum pengalaman tersebut dimulai, para peserta terlebih dahulu berkumpul di kawasan Kementerian Pertahanan. Ada yang datang menggunakan kendaraan pribadi, sementara yang lain memanfaatkan transportasi umum.
Meski sempat diguyur hujan cukup deras saat tiba di lokasi, suasana tetap hangat karena para peserta terlihat bersemangat menanti rangkaian kegiatan.
Jelajah di dalam Lorong Sejarah
Perjalanan kami dimulai dari Gedung Jenderal Soedirman, salah satu bangunan bersejarah yang berdiri kokoh di lingkungan Kementerian pertahanan. Bangunan yang telah berusia hampir satu abad itu menyimpan kisah panjang perjalanan pendidikan hukum di Indonesia dan kini menjadi bagian penting dari kawasan cagar budaya yang terus dirawat.
Dari titik inilah peserta diajak memasuki Lorong Sejarah, sebuah ruang yang dirancang untuk menghadirkan kembali berbagai momen penting perjalanan bangsa. Dinding-dinding lorong dipenuhi dokumentasi, foto tokoh, ilustrasi peristiwa, serta penjelasan kronologis yang menghubungkan satu era dengan era berikutnya.
Baca Juga: Daftar Tempat Wisata yang Mudah Dijangkau
Alih-alih sekadar melihat pajangan, kami seolah diajak menelusuri perjalanan waktu. Setiap langkah menghadirkan cerita baru, mulai dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan hingga berbagai operasi penting yang pernah dilakukan bangsa Indonesia. Nama-nama besar dalam sejarah muncul berdampingan dengan visual peristiwa yang membantu pengunjung memahami konteks zamannya.
Yang menarik, suasana lorong terasa jauh dari kesan museum yang kaku dan suram. Ruangan yang terang, tata pencahayaan yang baik, serta sirkulasi udara yang nyaman membuat pengunjung betah berlama-lama mengamati setiap sudut.
Setelah menyerap berbagai kisah sejarah, kami pun diajak menuju sesi yang paling dinantikan: mencoba mobil Maung.
Merasakan Naik Mobil Maung Pindad
Mungkin tidak hanya saya, pembaca blog rejekingalir.com bisa saja mengenal mobil Maung melalui tayangan televisi atau pemberitaan kenegaraan. Namun pada kesempatan itu, bisa melihat secara dekat bahkan merasakan langsung bagaimana duduk di dalam kendaraan yang selama ini identik dengan dunia pertahanan ini.
Kendaraan produksi PT Pindad itu sudah terparkir menunggu giliran para peserta. Dengan desain yang kokoh dan postur yang tinggi, mobil tersebut langsung menarik perhatian. Beberapa peserta bahkan harus sedikit berjuang saat naik ke kabin karena posisi pijakannya yang cukup tinggi.
Meski dari luar terlihat garang, kesan berbeda justru muncul ketika berada di dalamnya. Kabin terasa nyaman, kursi penumpang cukup ergonomis, dan suasana di dalam kendaraan tidak sekeras yang saya bayangkan.
Dalam perjalanan mengelilingi kompleks Kementerian Pertahanan, kami juga memperoleh penjelasan mengenai spesifikasi kendaraan. Selain memiliki bobot yang mencapai sekitar dua ton, mobil ini dirancang dengan mempertimbangkan efisiensi serta penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Perjalanan singkat tersebut menjadi kesempatan langka untuk melihat kawasan Kementerian Pertahanan dari perspektif berbeda. Tidak sedikit peserta yang tampak menikmati setiap menit perjalanan dan mengabadikan momen tersebut melalui foto maupun video.
Penutup
Menjelang siang, seluruh rangkaian kegiatan akhirnya berakhir. Hujan yang sejak pagi menemani perlahan berhenti, berganti langit yang lebih cerah. Sebelum meninggalkan lokasi, kami menyempatkan diri berfoto bersama sebagai penutup kegiatan.
Wisata edukasi ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai sejarah bangsa, tetapi juga memperlihatkan bagaimana warisan masa lalu dan perkembangan teknologi pertahanan Indonesia dapat diperkenalkan kepada masyarakat dalam satu pengalaman yang menarik. Sebuah perjalanan singkat, namun meninggalkan kesan yang cukup panjang bagi kami, khususnya saya yang mengikutinya.
Untuk kamu yang ingin menjelajah di Lorong Sejarah Kementerian Pertahanan RI, pastikan datang dengan rombongan ya, dan bisa pantau media sosialnya Perpustakaan Kementerian Pertahanan RI untuk pendaftarannya.











Posting Komentar